Selasa, 06 Juli 2010

Fabregas Tak Peduli Jerman Favorit

Gelandang tim nasional Spanyol, Cesc Fabregas, mengaku tak memedulikan status Jerman yang kini jadi favorit juara pada Piala Dunia 2010. Fabregas lebih memilih untuk tetap fokus jelang pertandingan semifinal, yang akan berlangsung di Stadion Moses Mabhida, Durban.
"Saya tak peduli bila Jerman adalah favorit. Jika mereka ingin jadi favorit, maka kami akan menerimanya," cetus Fabregas, cuek.
"Jerman adalah tim yang kuat. Saat ini, mereka bisa jadi tim paling kuat di turnamen ini. Sebagai suatu tim, mereka sangat kuat dalam melancarkan serangan balik dan mereka bertahan dengan baik pula," tambahnya. 
Kapten Arsenal itu juga menolak untuk memikirkan performa Jerman, yang begitu superior dalam dua pertandingan terakhirnya. Skuad "Der Panzer" sukses melibas Inggris 4-1 pada laga 16 besar dan menggilas Argentina 4-0 pada babak perempat final.
Sebaliknya, Spanyol justru cuma bisa menang tipis 1-0 pada dua pertandingan terakhir, masing-masing atas Portugal dan Paraguay. Namun, Fabregas yakin "La Furia Roja" akan siap meladeni perlawanan Jerman, Rabu (7/7/2010) mendatang.
"Kami sangat senang menghadapi semifinal. Ini adalah kali pertama sepanjang sejarah, kami bisa menembus semifinal Piala Dunia, jadi kami pasti akan berusaha sebaik mungkin. Kami bangga dengan pencapaian kami sejauh ini, tapi kami ingin meneruskan perjalanan kami," kata Fabregas.
"Kami cuma ingin bertanding, kami ingin jadi tim yang kuat, kami ingin mengalahkan mereka (Jerman), dan kami ingin mencapai final," tutup pemain berusia 23 tahun itu.

Uruguay Kalah? Tak Masalah!

Keberhasilan lolos ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir, membuat pelatih Oscar Tabarez bangga. Baginya, tak masalah jika "La Celeste" harus tersingkir karena ini adalah prestasi bagus bagi sepak bola bangsanya.

Uruguay menjadi kejutan utama di Piala Dunia ini. Tak ada yang menyangka Diego Forlan dan kawan-kawan sanggup bertahan hingga babak empat besar. Hal ini karena prestasi sepak bola mereka yang hancur-hancuran dalam empat dekade terakhir. Dalam sepuluh Piala Dunia terakhir, Uruguay hanya sanggup lolos sebanyak lima kali. Maka tak heran, Uruguay dipandang sebelah mata di Afrika Selatan.

"Sampai sekarang, kami sangat bahagia dengan apa yang telah kami raih. Mungkin tidak dalam hal penampilan kami di lapangan, tapi dalam hal sejarah sepak bola kami," kata Tabarez jelang laga semifinal lawan Belanda.
"Sudah 40 tahun sejak kami mencapai semifinal terakhir. Keberhasilan ini akan memberikan efek untuk rakyat kami, terutama anak-anak dan para pemuda yang tak pernah merasakan ini sebelumnya. Hal ini juga terjadi ketika tak ada yang menyangka bahwa kami bisa melakukannya," tambahnya.
"Rasanya seperti kami berada di sebuah pesta, padahal kami tidak diundang. Tapi saya pikir kami mempunyai hak untuk tetap berada di pesta ini. Semuanya tergantung kami," sebut Tabarez.

Melawan Belanda, Rabu (7/6/2010), Tabarez percaya timnya tak memiliki tekanan sedikit pun untuk menang. "Jika kita berbicara tentang tanggung jawab, para pemain Belanda akan memikul tanggung jawab lebih besar dari kami. Sepak bola terkadang memberimu kesempatan untuk membuat mimpimu menjadi kenyataan, dan Piala Dunia selalu penuh dengan hasil kejutan. Jadi saya tak melihat alasan kenapa mimpi tim saya tak bisa menjadi kenyataan," lanjutnya. (AFP)

Din Syamsuddin raih suara terbanyak

Muktamar Muhammadiyah ke-46 yang berlangsung di Bantul, Yogyakarta, Selasa (6/7) dini hari, akhirnya memilih 13 anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk masa jabatan 2010-2015. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengungguli para pesaingnya dengan meraih 1.915 suara.

Berturut-turut di posisi kedua dan ketiga adalah Muhammad Muqodas dengan 1.650 suara serta mantan Menteri Pendidikan Malik Fadjar yang meraih 1.562 suara. Dengan hasil ini, Din Syamsuddin dijagokan akan kembali menduduki jabatan ketua umum untuk kali kedua.

Tiga belas nama yang terpilih didominasi pengurus Muhammadiyah periode lalu. Sedangkan mantan Deputi Badan Inteligen Negara yang kini menjadi politisi Partai Gerindra Muchdi PR hanya menempati posisi 34 dengan 267 suara. Hasil ini otomatis membuat Muchdi PR tersingkir dari persaingan menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah.
Selanjutnya, 13 anggota terpilih akan menentukan calon ketua umum yang baru dalam sidang Rabu besok.