Selasa, 13 Juli 2010

Sepatu Emas Bikin Mueller Kaget

Thomas Mueller tidak menyangka akan meraih penghargaan Sepatu Emas di Piala Dunia 2010. Ia juga gembira karena bisa menjadi pemain muda terbaik di ajang tersebut.

Meski baru pertama kali tampil di Piala Dunia, Mueller bermain brilian selama membela Jerman di turnamen tersebut. Striker Bayern Muenchen itu mencetak lima gol dan tiga assists sehingga mendapatkan poin paling besar. Mueller pun kaget karena pada akhirnya ia dipilih menjadi top scorer mengalahkan pemain senior, seperti David Villa, Wesley Sneijder, dan Diego Forlan.
"Ini sungguh luar biasa bagi pendatang baru di Piala Dunia. Jika seseorang bilang padaku aku akan mencetak delapan poin, aku akan menjawab mereka pasti bercanda," sebut Mueller melalui situs Bayern Muenchen.
Mueller yang akan berusia 21 tahun pada September nanti juga diganjar penghargaan pemain muda terbaik oleh FIFA, mengikuti jejak seniornya, Lukas Podolski. "Sebuah kehormatan besar menjadi bagian dalam sebuah grup yang terdiri dari orang-orang seperti Pele, Franz Beckenbauer, Michael Owen, dan pemenang terakhir, Lukas Podolski," kata Mueller yang mengalahkan Giovannis dos Santos (Meksiko) dan Andre Ayew (Ghana) dalam perebutan gelar pemain muda terbaik.

Kasus Sisminbakum

Tersangka dugaan korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum atau Sisminbakum, Yusril Ihza Mahendra, mempertanyakan pihak Kejaksaan Agung yang baru mempermasalahkan proyek Sisminbakum setelah diresmikan pada Januari 2001.

Yusril mengatakan, proyek itu telah dijalankan oleh tujuh meteri dalam tiga kepemimpinan presiden. "Tujuh kali menteri berganti, tidak pernah itu dibilang korupsi. Saya Menteri Kehakiman pertama yang dikatakan korupsi, yang terus dikejar-kejar. Bagaimana dengan menteri lain?" lontar Yusril di Mabes Polri, Selasa (13/7/2010).

Yusril mengklaim bahwa tidak ada korupsi dalam proyek itu. Menurut dia, saat ia menjabat sebagai Menteri Kehakiman, ada sekitar 40.000 permohonan dari perusahaan yang menunggu pengesahan menjadi badan hukum. "(Semua permohonan itu) tidak dapat dilayani karena sistem manual yang diterapkan saat itu," ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia saat itu telah menandatangani perjanjian dengan IMF agar masalah itu harus diselesaikan dalam waktu tiga bulan untuk memulihkan perekonomian. "Tapi tidak bisa dilaksanakan karena tidak ada pos anggaran dalam APBN untuk membangun sistem ini. Sementara itu, sudah ada kesepakatan dengan IMF bahwa itu harus diselesaikan," kata dia.

Selanjutnya, menurut Yusril, Presiden saat itu memberi arahan dalam sidang kabinet agar pihak swasta turut diundang. Setelah ditelaah oleh berbagai departemen, Sisminbakum kemudian menjalani uji coba. "Karena Presiden waktu itu berhalangan, lalu ditunjuk Wakil Presiden, Megawati, untuk resmikan proyek ini. Tidak ada sesuatu yang ditutupi," ujarnya.

"Dari awal ini 100 persen investasi swasta dan tidak ada uang negara digunakan. Proyek, setelah 10 tahun, seluruh aset diserahkan negara. Sekarang kan diputarbalikkan. Saya menduga ada politik di belakang ini ketika PBB tidak punya wakil di DPR kemudian mereka lakukan seenaknya," lontar dia.

Liverpool Incar Gyan

Pelatih Liverpool Roy Hodgson dikabarkan berminat memboyong penyerang tim nasional Ghana dan Rennes, Asamoah Gyan, ke Anfield musim depan. Nama Gyan, disebut-sebut masuk ke dalam daftar pemain untuk proyek pembaruan "The Reds" yang dilakukan Hodgson.
Gyan berhasil menunjukkan sinar kebintangannya selama menjalani turnamen Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Tak hanya sukses mencetak tiga gol, performa impresif Gyan juga berhasil membawa Ghana melangkah hingga perempat final.
Pasukan "The Black Stars" bahkan nyaris lolos ke semifinal, bila saja eksekusi penalti Gyan berbuah gol, saat timnya melawan Uruguay di perempat final lalu.
Fakta inilah yang kemudian membuat Hodgson tertarik untuk menggunakan jasa Gyan. Di mata mantan pelatih Fulham ini, Gyan adalah sosok tepat untuk mendampingi atau melapis Fernando Torres di lini depan.
Gyan sendiri telah memberi pernyataannya yang mengisyaratkan ketertarikkannya merumput di Premier League. Ia menyebut dirinya selalu bermimpi untuk bermain di Inggris.
"Saya selalu memimpikan bermain di Inggris, lebih cepat lebih baik," kata Gyan.
Bila Liverpool memang betul-betul tertarik dengan Gyan, maka kubu "The Kop" harus segera bergerak cepat. Pasalnya, selain Liverpool, klub Sundeland dan West Ham United dilaporkan juga meminati Gyan.